Destinasi Kelima Ziarah Auliya' 2024 Jateng – Jatim – Madura, Dekatkan diri kepada Allah SWT, Santri PPFF Tawassul di Makam Syaikhona Maulana Makhdum Ibrahim, Pencipta Tembang Gamelan - Pesantren Fadhlul Fadhlan Mijen
  • Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
Sabtu, 9 Mei 2026

Destinasi Kelima Ziarah Auliya’ 2024 Jateng – Jatim – Madura, Dekatkan diri kepada Allah SWT, Santri PPFF Tawassul di Makam Syaikhona Maulana Makhdum Ibrahim, Pencipta Tembang Gamelan

Destinasi Kelima Ziarah Auliya' 2024 Jateng – Jatim – Madura, Dekatkan diri kepada Allah SWT, Santri PPFF Tawassul di Makam Syaikhona Maulana Makhdum Ibrahim, Pencipta Tembang Gamelan
Bagikan

Ahad, 27 Oktober 2024, setelah berziarah dari Makam Syaikhona Maulana Malik Ibrahim, Sunan Gresik, rombongan ziarah auliya’ yang dipimpin oleh Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (Pesantren Bilingual Berbasis Karaktet Salaf) Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’ Lc.,MA. dan Ibu Nyai Hj. Fenty Hidayah, S.Pd.I. melanjutkan perjalanan spiritualnya menuju kota yang dijuluki”Bumi Wali” yaitu Tuban. Kali ini, rombongan mengunjungi Makam Sunan Bonang, yaitu Syekh Maulana Makhdum Ibrahim. Beliau adalah cucu dari Sunan Gresik. Letak Makam Sunan Bonang  tak jauh dari komplek Masjid Agung Tuban.

Khusus Pengasuh  tiba di Tuban pukul 01.00 WIB langsung istirahat di Hotel Wisata Ziarah Sunan Bonang dan bergabung ziarah ke Makam Sunan Bonang setelah salat Shubuh.  Para santri berdoa dengan khidmat dan khusyu’ . Begitulah, tiap tahun para santri melaksanakan ziarah ke Makam Sunan Bonang.

Sunan Bonang adalah salah satu dari walisongo yang dikenal seorang ulama sufi, ahli dalam berbagai bidang ilmu agama dan sastra. Juga dikenal ahli falak, musik, dan seni pertunjukan. Nama  asli Sunan Bonang yaitu Raden Maulana Makdum Ibrahim. Nama “Bonang” dikenal karena dua hal yaitu,pertama Beliau sering menggunakan gamelan dalam menyebarkan agama Islam. Kesenian rakyat digunakan untuk menarik simpati masyarakat pada waktu itu masih memeluk agama Hindu. Masyarakat mendengarnya untuk berbondong-bondong ke masjid. Setelah itu Beliau menembangkan lagu-lagu jawa dengan iringan gamelan bonang tersebut.

Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel dari pernikahan Nyai Ageng Manila putri Arya Teja Bupati Tuban. Sunan Bonang dalam dakwah diketahui menjalankan pendekatan kultural melalui seni budaya. Selain itu, Beliau juga berdakwah menggunakan wayang. Sunan Bonang juga piawai dalam menggubah tembang-tembang macapat. Berbagai kesaktian dan kedigdayaan yang ditunjukkan Sunan Bonang ternyata berhubungan dengan pengetahuan Sunan Bonang yang luas dan mendalam dalam ilmu tasawuf. Naskah Primbon Bonang yang diyakini pengetahuan ruhani Sunan Bonang yaitu kesaktian dan kedigdayaan yang ditunjukkan Sunan Bonang sebagai karomah dari kewaliannya. Selain Primbon Bonang, Sunan Bonang diketahui menyusun kitab tentang pengetahuan tasawuf yang mendalam dan lebih rahasia yaitu Suluk Wujil. Ungkapan Suluk Wujil sebagai rahasia, yang menyangkut bahasan hakikat Ketuhanan yang diungkapkan dengan Langgam Dhandanggula.

Salah satu karomah Sunan Bonang yaitu pukulan tongkatnya berubah menjadi sumur air tawar di tepi laut. Sunan Bonang memukulkan tongkatnya ke tanah. Kemudian keluarlah air dari  lubang bekas pukulan Sunan Bonang.

Semoga para santri selalu istiqomah dalam berziarah dan menjadi wasilah untuk dekat dengan para waliyullah, juga para santri dapat meneladani dan meniru para waliyullah dalam khazanah keilmuan. Allahumma Amin.

SebelumnyaDestinasi Keempat Ziarah Makam Auliya' 2024 Jateng - Jatim - Madura, Ribuan Santri PPFF Langitkan Doa di Makam Sunan Gresik, Tokoh Walisongo TertuaSesudahnyaDestinasi Penutup Ziarah Makam Auliya' 2024 Jateng - Jatim - Madura, Ziarah Makam Sunan Kalijaga dan Meneladani Kearifan Dakwah Sunan Kalijaga
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ponpes Fadhlul Fadhlan
Jl. Ngrobyong, RT. 5, RW. 1, Wonorejo, Kel. Pesantren, Kec. Mijen, Kota Semarang