LKNU Jateng Edukasi Cegah Anemia Dan Skrining Kesehatan Di Ponpes Fadhlul Fadhlan Semarang

Layanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bekerja sama dengan SMK Husada Nusantara yang berbasis layanan penunjang keperawatan dan caregiving menyelenggarakn kegiatan edukasi kesehatan dan skrining anemia di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang. Acara yang berlangsung pada Senin (16/6) bertujuan meningkatkan kesadaran santri tentang pentingnya menjaga kesehatan, khususnya pencegahan anemia (kelainan hematologi saat jumlah sel darah merah dalam tubuh berada di bawah batas normal).

Sambutan disampaikan oleh Dr. H. Aris Sunandar, S.Kep,Ns, M. Kes. sebagai ketua umum LKNU Jateng yang menginginkan santri PPFF tidak menderita anemia yang sudah menjamur diluar sana, terlebih santri putri yang mengalami menstruasi.
DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc. MA. juga menekankan agar santri dapat mengaplikasikan materi yang nantinya disampaikan terkait pencegahan anemia. Terutama mengenali implikasi dan dampak dari anemia yang dapat mengganggu optimalisasi belajar santri. seperti mudah lelah dan buyar konsentrasi . Kyai Fadlolan ingin memastikan agar semua santri menjaga kebersihan serta kebugaran badan, karena “badanuka markubuka” (tubuhmu adalah kendaraanmu). ”
Memasuki agenda inti sesi edukasi yang dipaparkan oleh Ibu Niar Ardiani, S.S.T.Keb, M.Kes. yang menyampaikan materi tentang “Lebih dekat dengan makanan bergizi, menstruasi, dan bersuci santri putri”. Dalam paparannya, Beliau menekankan pentingnya asupan nutrisi yang tepat dan makanan sehat, terutama bagi remaja putri yang mengalami menstruasi.
Setelah sesi edukasi, dilanjutkan dengan kegiatan skrining dan pemeriksaan hemoglobin (Hb). Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi dini kemungkinan anemia pada santri putri.

Gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan anemia di kalangan santri. Dengan kombinasi edukasi, skrining, dan monitoring berkelanjutan, diharapkan angka kejadian anemia di pondok pesantren dapat diminimalisir.
Diluar dugaan, 260 santri putri khuhus kelas 1 & 2 MTs yang di skrining ternyata 100% sehat tidak satupun yang bergejala anemia. Sungguh berbeda dengan beberapa pesantre yang telah dilakukan skrining oleh tim LKNU terdapat puluhan yang terdampak anemia.
Tentunya Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan patut menjadi percontohan santri sehat di lingkungan pondok pesantren Jawa Tengah. “Tegas Dr. Aris Sunandar”.
