Destinasi Kelima Ziarah Auliya' 2025 Jateng – Jatim – Madura, Dekatkan diri kepada Allah SWT, Santri PPFF Tawassul di Makam Syaikhona Maulana Makhdum Ibrahim, Pencipta Tembang Gamelan - Pesantren Fadhlul Fadhlan Mijen
  • Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
Kamis, 9 Juli 2026

Destinasi Kelima Ziarah Auliya’ 2025 Jateng – Jatim – Madura, Dekatkan diri kepada Allah SWT, Santri PPFF Tawassul di Makam Syaikhona Maulana Makhdum Ibrahim, Pencipta Tembang Gamelan

Destinasi Kelima Ziarah Auliya' 2025 Jateng – Jatim – Madura, Dekatkan diri kepada Allah SWT, Santri PPFF Tawassul di Makam Syaikhona Maulana Makhdum Ibrahim, Pencipta Tembang Gamelan
Bagikan

Ahad, 21 September 2025, setelah berziarah dari Makam Syaikhona Maulana Malik Ibrahim, Sunan Gresik, rombongan ziarah auliya’ yang dipimpin oleh Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karaktet Salaf Semarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’ Lc.,MA. dan Ibu Nyai Hj. Fenty Hidayah, S.Pd.I. melanjutkan perjalanan spiritualnya menuju kota yang dijuluki “Bumi Wali” yaitu Tuban.

Kali ini, rombongan mengunjungi Makam Sunan Bonang Syekh Maulana Makhdum Ibrahim merupakan cucu dari Sunan Gresik. Letak Makam Sunan Bonang  tak jauh dari komplek Masjid Agung Tuban.

Sunan Bonang salah satu dari walisongo yang dikenal seorang ulama sufi, ahli dalam berbagai bidang ilmu agama dan sastra. Juga dikenal ahli falak, musik, dan seni pertunjukan. Nama asli Sunan Bonang yaitu Raden Maulana Makdum Ibrahim. Nama “Bonang” dikenal karena dua hal, yang pertama Beliau sering menggunakan gamelan dalam menyebarkan agama Islam.

Kesenian rakyat digunakan untuk menarik simpati masyarakat pada waktu itu masih memeluk agama Hindu. Masyarakat mendengarnya untuk berbondong-bondong ke masjid. Setelah itu Beliau menembangkan lagu-lagu jawa dengan iringan gamelan bonang tersebut.

Sunan Bonang salah satu putra Sunan Ampel dari pernikahan Nyai Ageng Manila putri Arya Teja Bupati Tuban. Sunan Bonang dalam dakwah diketahui menjalankan pendekatan kultural melalui seni budaya. Selain itu, Beliau juga berdakwah menggunakan wayang. Sunan Bonang juga piawai dalam menggubah tembang-tembang macapat.

Berbagai kesaktian dan kedigdayaan yang ditunjukkan Sunan Bonang ternyata berhubungan dengan pengetahuan Sunan Bonang yang luas dan mendalam dalam ilmu tasawuf. Naskah Primbon Bonang yang diyakini pengetahuan ruhani Sunan Bonang yaitu kesaktian dan kedigdayaan yang ditunjukkan Sunan Bonang sebagai karomah dari kewaliannya.

Selain Primbon Bonang, Sunan Bonang diketahui menyusun kitab tentang pengetahuan tasawuf yang mendalam dan lebih rahasia yaitu Suluk Wujil. Ungkapan Suluk Wujil sebagai rahasia, yang menyangkut bahasan hakikat KeTuhanan di yang diungkapkan dengan Langgam Dhandanggula.

Semoga para santri bisa menauladani Sunan Bonang dalam segi keilmuan dan dakwahnya. Bukan hanya ahli dalam keilmuan tapi juga ahli dalam berdakwah. Allahumma Amin.

SebelumnyaDestinasi Ketiga Ziarah Makam Auliya Jateng - Jatim - Madura, Ribuan Santri PPFF Penuhi Makam Sunan Ampel, Pencetus Strategi Moh LimoSesudahnyaGiatkan Laju Pembanguan, PPFF Kerahkan 15 Truck Molen Tuntaskan Pengecoran Serentak Tiga Lokasi Pembangunan
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ponpes Fadhlul Fadhlan
Jl. Ngrobyong, RT. 5, RW. 1, Wonorejo, Kel. Pesantren, Kec. Mijen, Kota Semarang