Hari Spesial Santri Akhir Marhalah: Munaqosyah & Muwadda’ah Madrasah Al-Musyaffa’ PPFF 2025 - Pesantren Fadhlul Fadhlan Mijen
  • Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
Sabtu, 6 Juni 2026

Hari Spesial Santri Akhir Marhalah: Munaqosyah & Muwadda’ah Madrasah Al-Musyaffa’ PPFF 2025

Hari Spesial Santri Akhir Marhalah: Munaqosyah & Muwadda’ah Madrasah Al-Musyaffa’ PPFF 2025
Bagikan

 

Ahad, 1 Juni 2025, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, kembali menggelar agenda istimewa bertajuk Munaqosyah dan Muwadda’ah Akhir Marhalah bagi santri kelas IX MTs dan kelas XII MA Madrasah Al Musyaffa’. Kegiatan ini menjadi momen sakral sekaligus haru, bertepatan dengan agenda sambangan seluruh wali santri, baik dari marhalah putra maupun putri.

Acara dimulai sejak pagi hari dengan rutinan Ahad pagi mujahadah dan pengajian Tafsir Jalalain oleh Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA, sebuah tradisi istimewa yang tetap istiqamah digelar setiap Ahad pagi, meski bertepatan dengan agenda besar pondok. Seluruh santri mengikuti dengan khidmat sebelum kemudian bergeser ke rangkaian munaqosyah.

Munaqosyah merupakan ujian terbuka yang menguji pemahaman santri akhir terhadap kitab kuning dan hafalan Al-Qur’an. Digelar serentak dalam tujuh majelis yang tersebar di berbagai ruang munaqosah pesantren, para santri diuji secara lisan oleh dewan guru dengan metode tanya jawab berbahasa Arab. Keteguhan santri dalam menjawab soal demi soal di hadapan guru dan wali santri menjadi bukti kesungguhan mereka dalam menuntut ilmu. Tak sedikit momen haru terlihat saat para orang tua menyaksikan langsung capaian buah hati mereka yang selama tiga tahun ditempa di PPFF.

Selepas istirahat dan shalat dhuhur berjamaah, acara dilanjutkan dengan prosesi Muwadda’ah, sebagai simbol pelepasan dan doa restu untuk para santri akhir marhalah. Kyai Fadlolan dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan di pesantren bertujuan mencetak kader ulama mumpuni. Beliau menegaskan agar para santri dan wali santri tidak cepat puas, karena ilmu yang didapatkan di pesantren, meskipun intensif dengan kurikulum Nahwu Sharaf, Fiqih, serta program bilingual dan tahfidz 30 juz, adalah langkah awal dari lautan ilmu yang luas. Beliau berpesan agar orang tua mendukung penuh kelanjutan pendidikan anak, baik di dalam maupun luar negeri, serta tidak memutus pendidikan pesantren di tengah jalan demi menyempurnakan bekal ilmu. Ketatnya disiplin pesantren, termasuk bangun sebelum subuh dan belajar, adalah bagian dari pembinaan yang harus didukung. Beliau juga mengingatkan pentingnya mencari rezeki yang halal demi keberkahan ilmu anak.

Sementara itu, KH. Abdurrohim Al-Muhsin dalam mauidhoh hasanahnya mengingatkan akan pentingnya pendidikan agama agar anak menjadi generasi saleh, berakhlak mulia, dan bermanfaat. Beliau menyampaikan keutamaan mondok dan keberkahan ilmu, bahkan bagi anak kecil yang mengaji. Pesan kunci beliau adalah kehati-hatian dalam mencari nafkah yang halal dan thayyib, karena hal itu sangat berpengaruh pada kesalehan dan keberkahan hidup. Dengan mencontoh kisah Imam Syafi’i, beliau meyakinkan bahwa rezeki sudah ada jatahnya dan niat menuntut ilmu haruslah karena Allah, bukan semata mencari pekerjaan duniawi. Bagi santri yang lulus, beliau berpesan untuk terus mengaji dan mengajar, menjadikan PPFF sebagai rumah kedua mereka dalam bahtera menuntut ilmu.

Tahun ini menjadi catatan sejarah bagi Madrasah Al-Musyaffa’: kelas XII MA merupakan angkatan ketiga dan kelas IX MTs adalah angkatan kedua. Sebagian besar santri MA akan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, termasuk ke luar negeri seperti Mesir. Sementara santri MTs akan melanjutkan perjuangan di tingkat MA Al-Musyaffa’ untuk terus menimba ilmu dan menempa diri.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, doa bersama, dan sowan santri bersama wali santri ke kediaman pengasuh PPFF, yang berlangsung penuh haru. Para santri, baik putra maupun putri, menyampaikan terima kasih dan permohonan restu, seraya membawa bekal ilmu dan nilai-nilai pondok untuk mengarungi samudra kehidupan yang lebih luas.

Semoga segala jerih payah selama di pesantren menjadi wasilah keberkahan ilmu, dan setiap langkah para santri menjadi langkah dakwah yang bercahaya. Allahumma Amin.

SebelumnyaBimtek Baznas Jateng: KH. Fadlolan Musyaffa’ Jelaskan Pentingnya Fatwa Halal dalam Proses PenyembelihanSesudahnyaGema Takbir Idul Adha di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan dan Meriah Binatang Kurban
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ponpes Fadhlul Fadhlan
Jl. Ngrobyong, RT. 5, RW. 1, Wonorejo, Kel. Pesantren, Kec. Mijen, Kota Semarang