Peringati 10 Asyuro 1447 H, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Gelar Burdah dan Do'a Bersama serta Santunan Santri Yatim dan Yatim Piatu - Pesantren Fadhlul Fadhlan Mijen
  • Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
Minggu, 31 Mei 2026

Peringati 10 Asyuro 1447 H, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Gelar Burdah dan Do’a Bersama serta Santunan Santri Yatim dan Yatim Piatu

Peringati 10 Asyuro 1447 H, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Gelar Burdah dan Do'a Bersama serta Santunan Santri Yatim dan Yatim Piatu
Bagikan

Dalam rangka memperingati 10 Asyuro 1447 H, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, mengadakan burdah, do’a bersama dan santunan kepada santri yatim dan yatim piatu.

Acara dilaksanakan dengan khataman al-qur’an pukul 16.00 kemudian puncak acara dilaksanakan pada pukul 19.15 WIB di Masjid Raudhatul Jannah. Tujuan diadakannya peringatan 10 Asyuro atau 10 Muharram yaitu untuk dapat mengambil pelajaran dan perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu.

Acara peringatan 10 Asyuro kali ini Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang. Turut dihadiri WPP (Wanita Persatuan Pembangunan), wali santri dan warga masyarakat sekitar pondok pesantren.

Rangkaian acara peringatan 10 Asyuro’ diawali dengan jama’ah sholat isya’, pembacaan maulid burdah dan do’a malam asyuro’, wiridan, dan do’a tolak balak bersama yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, DR KH Fadlolan Musyaffa’ Lc., MA.

Kemudian dilanjutkan dengan kultum mengenai kemuliaan bulan Asyuro’ oleh Kyai kami, Kyai Fadlolan menyampaikan bahwa 10 Asyuro adalah hari yang sangat sakral dimana terdapat kisah-kisah perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu yang akhir kemenangan dan kebahagiaan perjuangan diraih pada tanggal 10 Asyuro.

Setelah itu, dilanjutkan dengan muhadloroh oleh Syaikh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani, dan Gus Ahmad Syauqi Istiqlaly sebagai mutarjim. Syaikh Ammar menyampaikan bahwa tidaklah tanpa alasan Islam dimulai dari bulan Muharram.

“Bulan ini adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah, agar kita memulai tahun dengan hubungan yang kuat kepada Allah dan para Anbiya’.” Pesan Syaikh Ammar kepada para hadirin.

Kemudian beliau menambahkan, Orang-orang beriman, meskipun pernah berbuat dosa besar, tetap memiliki kesempatan mendapatkan rahmat Allah yang luas. Karenanya, di bulan ini, marilah kita kembali kepada fithrah, memperbaiki diri, dan meneladani akhlak para Nabi, walau kita bukan dzurriyah langsung, tetapi kita bisa menjadi penerus semangat dan jejak para Anbiya’.

Setelah muhadloroh dilanjutkan dengan santunan kepada 38 santri yatim dan yatim piatu, kemudian foto bersama dengan Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, serta Syaikh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Jailani.

Acara dilanjut dengan bancaan makan bersama bubur dan 7 jenis kacang dari semua santri dan para jamaah dengan tujuan tafaulan kepada Nabi Nuh AS sebagai wujud rasa syukur atas nikmat dan keselamatan yang diberikan Allah SWT, terutama setelah selamat dari bencana banjir besar yang dialami Nabi Nuh dan kaumnya dan yang mana perbekalan yang tersisa adalah biji-bijian dan bermacam-macam kacang.

Semoga dengan diadakannya do’a bersama dan santunan santri yatim dan yatim piatu di malam tanggal 10 Asyuro, dapat memperkuat keimanan dan mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Allahumma Aamiin.

SebelumnyaDoa di Balik Nama "Adiba Kaanabi Hafiyya": Meriah Penuh Khidmah Walimah Tasmiyah dan Aqiqah Cucu Pertama DR. KH. Fadlolan Musyaffa', Lc,. MA.SesudahnyaYai Fadlolan saat Terima Pasrah Walisantri Mondokkan Anak: Bukan Membuang, Tapi Menyelamatkan dan Menyiapkan Masa Depan
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ponpes Fadhlul Fadhlan
Jl. Ngrobyong, RT. 5, RW. 1, Wonorejo, Kel. Pesantren, Kec. Mijen, Kota Semarang