Yai Fadlolan saat Terima Pasrah Walisantri Mondokkan Anak: Bukan Membuang, Tapi Menyelamatkan dan Menyiapkan Masa Depan - Pesantren Fadhlul Fadhlan Mijen
  • Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
Sabtu, 6 Juni 2026

Yai Fadlolan saat Terima Pasrah Walisantri Mondokkan Anak: Bukan Membuang, Tapi Menyelamatkan dan Menyiapkan Masa Depan

Yai Fadlolan saat Terima Pasrah Walisantri Mondokkan Anak: Bukan Membuang, Tapi Menyelamatkan dan Menyiapkan Masa Depan
Bagikan

Semarang — Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang menggelar prosesi serah terima santri baru dari para wali santri kepada pengasuh pada Ahad, 7 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting usai para santri mengikuti program Kelas Dirosah Khosshoh, yakni pembelajaran intensif pegon terkib pemaknaan kitap gundul, Diklat Jurumiah, Diklat Alfiyah.

Ratusan wali santri hadir memadati area ndalem pengasuh usai kegiatan rutin Pengajian Ahad Pagi Tafsir Jalalain. Mereka secara langsung memohon doa restu dan memasrahkan putra mereka untuk menempuh pendidikan agama dan pembentukan karakter di PPFF Semarang.

Kegiatan ini juga bertepatan dengan momen kebahagiaan keluarga besar pesantren, yakni Walimatul Tasmiyah wal Aqiqah putri pertama Gus Ahmad Syauqi Istiqlaly Fadlolan dan Ning Nafila Inayata, merupakan cucu pertama dari Pendiri & Pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., dan Ibu Nyai Fenty Hidayah, S.Pd.

Dalam sambutan, Yai Fadlolan Musyaffa’ menyampaikan pesan mendalam kepada walisantri mengenai pentingnya memondokkan anak di pesantren sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang sejati dari orang tua.

“Memondokkan anak ke pesantren bukan berarti orang tua membuang anak karena tidak mampu mendidik. Justru, itulah bentuk kasih sayang yang sesungguhnya — menghindarkan anak dari distraksi lingkungan luar, dan memastikan mereka tumbuh di tempat yang benar, bersama teman yang benar, dan guru yang benar,” tegas beliau.

Yai Fadlolan juga menekankan bahwa pesantren bukanlah tempat ‘pembuangan’, melainkan lembaga pendidikan terbaik untuk membina generasi berakhlak mulia, berilmu luas, dan siap menebar manfaat bagi umat.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya sinergi antara pengasuh pesantren, wali santri, dan santri itu sendiri dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang ideal. Tiga komponen harus sepakat dalam satu visi satu misi dengan semangat yang sama, maka akan berhasil misi pendidikan.

Ada tiga unsur penting yang tidak boleh terputus, yakni peran kiai di pesantren, dukungan finansial dan moril dari orang tua, serta semangat santri dalam menuntut ilmu. Ketiganya membentuk segitiga kesuksesan dalam tholabul ‘ilmi.

Dengan penuh haru dan harapan, para wali santri menyerahkan putra-putra mereka kepada pengasuh, memasrahkan pendidikan dan pembinaan spiritual di bawah naungan Yai Fadlolan.

Kegiatan ini menandai dimulainya perjalanan baru bagi para santri untuk menuntut ilmu agama sekaligus membentuk karakter sebagai calon ulama dan pemimpin masa depan bangsa.*

SebelumnyaPeringati 10 Asyuro 1447 H, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Gelar Burdah dan Do'a Bersama serta Santunan Santri Yatim dan Yatim PiatuSesudahnyaPerkuat JATMAN-PBNU, KH. Fadlolan Musyaffa’ Dilantik Sebagai Wakil Koordinator Lajnah Mubahatsah Masail Shufiyah
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ponpes Fadhlul Fadhlan
Jl. Ngrobyong, RT. 5, RW. 1, Wonorejo, Kel. Pesantren, Kec. Mijen, Kota Semarang