Haul Ke-50 Al Maghfurlah Mama KHR. Ma’mun Nawawi, Yai Fadlolan Sampaikan Tausiyah tentang Teladani Ulama

Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., hadir memberikan tausiyah dalam rangkaian Haul Al-Maghfurlah Mama KHR. Ma’mun Nawawi (Mama Cibogo) ke-50, yang dilaksanakan pada Sabtu malam Ahad, 1 Safar 1447 H / 26 Juli 2025, bertempat di halaman Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat, Cibarusah, Bekasi.
Mama Cibogo dikenal sebagai ulama kharismatik asal Bekasi dan keturunan ke-12 dari Sunan Gunung Djati, termasuk pejuang Hizbullah fi Sabilillah bersama KH. Nur Ali, pendiri Pesantren At-Taqwa Ujung Harapan. Semasa hidupnya, beliau juga menimba ilmu dari berbagai ulama besar, termasuk Mama Tubagus Bakri (Mama Sempur), ngaji kepada Hadrotussyekh KH. Hasyim Asy’ari, Muassis Nahdlatul Ulama. Dan sempat menuntut ilmu lanjut ke Tanah Suci Makkah.
Peringatan haul ke-50 ini menjadi momentum penting, yang tak hanya mengenang jasa-jasa dan perjuangan, dan menjadi pelajaran ruhaniyah untuk kembali meneguhkan nilai-nilai keulamaan dan adab dalam kehidupan santri dan umat.
Haul tersebut terasa istimewa karena hadir tokoh nasional yaitu Kyai Fadlolan, yang dikenal luas wawasan dan visioner, serta aktif di berbagai organisasi nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan itu, Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc MA menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya adab kepada ulama. Beliau menyatakan, “Tidak akan pernah seseorang itu dikenang dengan haul jika semasa hidupnya tidak pernah hadir dalam haul para ulama. Jangan pernah ingin dihormati di hauli seperti ulama jika semasa hidup tidak pernah menghormati ulama.”

Lebih lanjut, beliau mengatakan bila seseorang tidak ditakdirkan menjadi ulama, setidaknya bisa dikenang karena adab dan akhlaknya yang baik. “Minimal, kalau tidak menjadi ulama, ketika wafat ia tetap dikenang karena kebaikan, akhlak, dan adabnya,” dawuh beliau.
Rangkaian acara haul dimulai sejak malam Jumat dengan Khotmil Qur’an, dan ditutup pada malam Ahad dengan Tabligh Akbar. Haul ini juga sekaligus mempererat silaturahim antar keluarga besar pesantren, tokoh masyarakat, dan alumni. Saat ini, estafet kepemimpinan Pesantren Al-Baqiyatussholihat diteruskan oleh KH. Jamaluddin Nawawi, putra Mama Cibogo, yang baru saja ditetapkan sebagai Pj. Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bekasi.
Semoga apa yang telah disampaikan oleh Yai Fadlolan menjadi pengingat bersama akan pentingnya menghargai ulama dan menjaga warisan adab serta perjuangan mereka. Allahumma aamiin.
