Orientasi Angkatan Perdana Ma’had Aly “Fadhlul Fadhlan” Semarang Luncurkan Terobosan Jurusan Sejarah Peradaban Islam Dengan Konsentrasi Dakwah Dan Politik Islam

SEMARANG-Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, telah mengukuhkan posisi sebagai lembaga pendidikan komprehensif dengan jenjang pendidikan formal yang lengkap, meliputi Ma’had Aly (Strata-S1), Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Musyaffa’, dan RA Al Hidayah.
PPFF menunjukkan akselerasi luar biasa dalam perkembangannya meskipun dalam waktu yang relatif singkat. Di mana PPFF menandai babak baru dalam dunia pendidikan tinggi Islam Indonesia dengan membuka Ma’had Aly “Fadhlul Fadhlan” pada tahun akademik ini.
Pada Jumat (26/09) Ma’had Aly “Fadhlul Fadhlan” Semarang, menggelar orientasi mahasiswa baru Marhalah Ula (Strata S1) yang dihadiri 20 mahasiswa angkatan pertama. Hadir dalam acara tersebut Gus Ahmad Syauqi Istiqlaly Fadlolan, putra Pendiri dan Pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan sekaligus mewakili DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc. MA. yang pada kesempatan ini berhalangan untuk hadir, Dr. Saiful Amar, Lc. M.S.I. selaku Mudir/Rektor Ma’had Aly, jajaran Dosen, dan civitas akademika lainnya.

Dalam mengawali sambutan, Ustadz Amar menceritakan perjalanan awal menjadi bagian Asatidz PPFF yang dulunya santri MA masih dapat terhitung jari dan kini sudah berjumlah ribuan santri. Hal demikian tidak terlepas dari keberkahan dan doa Yai Fadlolan serta Para Alim Ulama yang turut mendoakan PPFF. Tambah lagi hadirnya Mab’uts Al Azhar, Syeikh Eid Kamel Barakat yang juga akan mengajar mahasiswa Ma’had Aly “Fadhlul Fadhlan” Semarang.
Ustadz Amar menuturkan bahwa lahirnya Ma’had Aly Fadhlul Fadhlan ini merupakan manifestasi Yai Fadlolan. “Orientasi ini memiliki makna historis yang sangat penting, karena akan menjadi starting point yang revolusioner bagi langkah kedepan. Terlebih adanya Jurusan Sejarah Peradaban Islam dengan konsentrasi Dakwah dan Politik Islam untuk membentuk karakter menjadi seorang pemimpin dan seni leadership dalam berdiplomatik, begitulah harapan Yai Fadlolan”, tutur Ustadz Amar
Di mana para lulusan nantinya akan meraih gelar Sarjana Peradaban Islam, sebuah gelar akademik yang sangat langka dan hanya ada di tiga institusi di seluruh Indonesia, salah satunya di Ma’had Aly Fadhlul Fadhlan Semarang.
Dalam sambutannya, Gus Syauqi mengucapkan selamat datang kepada Mahasiswa baru dalam berproses tafaqquh fiddin. Beliau memaparkan terkait latar belakang lahirnya Ma’had Aly di Indonesia yang termasuk baru, representatif dari prinsip المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح , Memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik.
“Program studi ini hadir sebagai upaya untuk mengubah paradigma negatif masyarakat terhadap politik dengan memadukan nilai-nilai dakwah Islamiyah dalam pembelajaran politik”, ujar Gus Syauqi

Adapun yang mendasari hadirnya Ma’had Aly “Fadhlul Fadhlan” Semarang dengan konsentrasi Dakwah dan Politik Islam merupakan suatu terobosan yang memang digagas oleh Yai Fadlolan. Menunjukkan komitmen PPFF dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam berkualitas di Indonesia.
Tercetusnya konsentrasi Dakwah dan Politik Islam Ma’had Aly “Fadhlul Fadhlan” Semarang sebagai bentuk inovasi pendidikan yang mencerminkan visi futuristik dan memposisikan PPFF sebagai pionir dalam mengintegrasikan tradisi salaf dengan kebutuhan pendidikan kontemporer.
Acara kemudian ditutup dengan panjatan doa yang dipimpin oleh Ustadz Muslihin, Lc., MA. dan kemudian dilanjut pemaparan informasi terkait teknis dan administrasi perkuliahan oleh tenaga kependidikan yakni Miss Umi Khabibah, S. Akun., M.Pd. (Kabag Akademik) dan Miss Ainis Shofwah Mufarriha, S. Sos. (Kabag Administrasi dan TU)
Dengan hadirnya Ma’had Aly “Fadhlul Fadhlan” Semarang optimis dapat melahirkan santri-santri yang nantinya akan menduduki posisi strategis dalam kepemimpinan bangsa. Para santri diharapkan mampu meneruskan perjuangan para ulama, sehingga Indonesia dapat diperintah oleh pemimpin-pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketaqwaan, akhlak mulia dan mampu mewujudkan cita luhur baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur di bumi Indonesia. Allahumma Amiin
