Upgrading Dewan Guru PPFF: Sinergi Integritas dan Khidmah, Bekal Guru PPFF dalam Bingkai Visi Misi Pesantren

SEMARANG – Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang, terus berkomitmen meningkatkan kualitas para dewan guru melalui rangkaian kegiatan pembinaan. Setelah sukses melaksanakan agenda refreshing berupa ziarah auliya’ dan rafting di Sungai Elo, Magelang, pada 28–29 Januari 2025 lalu, kegiatan berlanjut dengan upgrading dewan guru pada Kamis malam, 25 September 2025, di Cafe Langit PPFF Semarang.
Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada 28–29 Januari 2025, Dewan Guru Madrasah Al-Musyaffa’ PPFF juga melaksanakan kegiatan refreshing dengan ziarah auliya’ dan rafting. Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Dr KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA beserta keluarga, setiap tahun dua kali selalu mengagendakan ziarah dan rekreasi bersama dewan asatidz-asatidzah. Kali itu berangkat dari Semarang menuju Muntilan, Magelang, untuk berziarah ke makam KH. Ahmad Abdul Haq Dalhar (Mbah Mad) dan ayah beliau, KH. Dalhar, para guru mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah: KH Zarkasi, KH Nawawi, KH Masduqi. Setelah berziarah, rombongan singgah di Harmony Homestay and Resto, dengan melaksanakan agenda brainstorming, motivasi, serta hiburan musik religi dan rafting di Sungai Elo di hari selanjutnya.
Dalam acara upgrading, sekitar 90 asatidz dan asatidzah mendapat pengarahan langsung dari narasumber internal: Gus Ahmad Syauqi Istiqlaly Fadlolan, H. Rachmad Joko dan Ustadz Dr Fachruddin Aziz. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Aziz menekankan bahwa integritas merupakan kunci utama dalam mewujudkan visi dan misi besar PPFF. Integritas bukan sekadar nilai, tetapi menjadi jalan untuk memastikan setiap langkah pendidikan di PPFF selalu berada pada rel yang benar.

Selain integritas, khidmah juga menjadi pokok bahasan utama. Khidmah dipahami bukan hanya sebagai bentuk pengabdian, melainkan jalan meraih berkah dan manfaat, bagi santri itu sendiri. Semangat, kepedulian, serta sikap solutif, kreatif, dan inovatif juga ditekankan sebagai ciri penting yang harus diteladankan guru PPFF, sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara: ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani yang selalu ditekankan Yai Fadlolan kepada dewan asatidz.
Ustadz Aziz juga mengingatkan bahwa kesempatan khidmah di PPFF adalah sebuah anugerah sekaligus mukadimah menuju karier profesional yang lebih tinggi. PPFF selama ini telah mendukung para asatidz dan asatidzah dengan materi, kesempatan, serta didikan langsung dari pengasuh. Kepercayaan besar yang diberikan ini, menurut mereka, merupakan hal langka yang tidak mudah diperoleh di luar PPFF.
Gus Syauqi juga berpesan bahwa pentingnya sinergi satu sama lain dalam merealisasikan sesuatu. Terutama dalam menginterpretasikan slogan Jump Jump Excellent yang telah dimiliki PPFF. Kyai Fadlolan dalam menciptakan selogan Jump Jump Excellent itu untuk mendidik dan menumbuhkan semangat santri, guru dan semua komponen pesantren agar mampu melompat secata simultan, tidak hanya berurutan, tetapi belajar sambil praktek sambil berkreasi dan juga berdoa. Ibarat belajar di PPFF harus banyak pelajaran yang simultan dipelajari bareng. Ibarat membangun gedung dalam satu waktu harus terbangun 3 sampai 4 gedung dan selesai bersamaan. Makan capaian target pasti terjadi lompatan yang lebih efektif dan efisien. Sebagaimana capaian program pendidikan dari RA, MI, MTs, MA, Ma’had Aly (Strata S1), pembangunan fisik gedung, berbagai unit badan usaha PPFF yang baru usia 7 tahun, sudah seperti capaian puluhan tahun, dengan menggondol berbagai kejuaraan dalam kompetisi ekonomi syariah, orban farming, kesehatan, echo pesantren, dan kemandirian pesantren.
Inilah yang ditagetkan kyai Fadlolan dalam mendidik santri dan para guru agar bisa mengimplementasikan selogan jump jump excellent lebih sempurna.
Melalui kegiatan upgrading ini, diharapkan seluruh dewan guru semakin mantap meneguhkan integritas, memperkokoh khidmah, sekaligus mendapatkan keberkahan.
Dan tercapainya tujuan besar pesantren: mendidik santri dengan ilmu, akhlak, dan teladan guru yang menginspirasi.
